-->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nasib Korban Bullying Pada Remaja


Masa remaja adalah masa pertumbuhan mental yang paling rentan sebelum memasuki fase kedewasaan. Pada fase inialah pembullyan sering terjadi. Menurut Kak Seto perilaku bullying pada remaja ini merupakan bentuk dari ketidakseimbangan kekuatan. 

Secara umum, Kak Seto menjabarkan pembullyan sebagai tindakan kekerasan yang terjadi secara agresif manipulatif, yang dilakukan baik perorangan maupun kelompok yang mengarah pada ketidakseimbangan kekuatan, dimana hal ini berlangsung lama dan berulang – ulang. 

Karena biasanya sang pelaku pembullyan yang merasa lebih kuat akan merundung anak yang lebih lemah. Hal ini mengakibatkan korban pembullyan merasa trauma dan tidak berdaya. Tentu saja luka batin yang didapat akan sangat membekas.

Nasib Korban Pembullyan Pada Remaja

Kisah bullying pada remaja sudah marak terjadi, hal ini mustinya harus segera dihentikan. Perundungan bukanlah hal baik, malah bisa mengakibatkan hal – hal yang  buruk pada korbannya seperti berikut ini.

1. Depresi 

Perundungan yang sudah terjadi sejak remaja ini sangat berpotensi membuat korban depresi, cemas, merasa rendah diri, bahkan parahnya korban bisa saja menyakiti diri sendiri merasa tak berharga.  

2. Bolos Sekolah

Tak jarang banyak korban jadi suka membolos sekolah karena perasaan takut dirundung lagi, sedangkan ia juga tak bisa menceritakannya pada siapapun termasuk orang tua, karena tak mau dibilang pengadu. Sehingga para korban akan cenderung diam saja, seolah tak ada apa – apa.

3. Prestasi Menurun

Ketika Anak sudah tak semangat lagi ke sekolah, maka apa yang bisa diharapkan? Jelas saja korban akan mengalami penurunan prestasi dalam bidang akademik maupun non akademik. Hal ini bisa saja terjadi akibat korban jadi susah fokus saat pelajaran.

Disisi lain korban ini akan kesulitan mendapatkan teman. Hal ini mengakibatkan korban semakin sulit beradaptasi dan mendapatkan teman sekelompok jika sewaktu – waktu ada tugas kelompok. Perasaan rendah diri itu benar – benar menyedihkan.

4. Balas Dendam 

Dendam adalah perasaan yang sangat menakutkan untuk dimiliki seorang remaja. pikiran untuk membalas dendam bisa saja dimiliki oleh korban perundungan pada remaja, karena merasa tak terima bila terus saja menjadi korban.

Kalau pikiran korban pembullyan pada remaja sudah sampai tahap depresi bila tak segera ditangani, si korban dengan mudahnya akan menyakiti diri sendiri, dan tak memiliki semangat hidup. Oleh karena itu para ayah dan bunda atau kawan sekalian dapat saling menjaga dan memperhatikan setiap gejala – gejala perundungan yang ada.

Bila memang benar ada korban pembullyan, mintalah ia agar terbuka dan leluasa bercerita secara pribadi. Akan tetapi bila anaknya adalah tipe anak pendiam yang susah bercerita, maka serahkan saja semua pada riliv.co.

Korban bullying pada remaja ini dapat melakukan healing atau penyembuhan jiwa berupa konsultasi atau terapi yang dibantu oleh psikolog – psikolog berkeompeten di riliv co. Konsultasi atau terapi juga merupakan alternatif terbaik yang bisa dilakukan untuk proses penyembuhan.

Ingat bahwa peran psikolog bukan hanya sebagai pendengar cerita atau pemberi saran saja ya! Karena psikolog juga akan membantumu menemukan akar masalah menggunakan ilmu pelatihan dan ketrampilanmu.

Tenang saja karena, psikolog memiliki kode etik yakni, akan merahasikan semua hal yang telah diceritakan oleh pasien. Selain itu psikolog akan berusaha objektif dan tidak bias dalam melihat suatu masalah, sehinggga posisi psikolognya ialah netral, alias tak memihak pada siapapun.

Oleh karena itu, teruntuk para korban bullying pada remaja yuk mulai berani speak up dan segera konsultasi di aplikasi resmi psikologi riliv.co!