-->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Daerah Penghasil Karet Terbesar Di Indonesia

Penghasil Karet

Karet merupakan polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan. Di Indonesia sendiri karet merupakan komoditas ekspor terbesar kedua setelah minyak kelapa sawit. Produksi dari karet pun 85% dilakukan oleh petani kecil. 

Selain itu Indonesia merupakan produsen karet terbesar di dunia setelah Thailand. Sebab itulah jumlah suplai karet Indonesia penting untuk pasar internasional. Adapun daerah penghasil karet di Indonesia diantaranya sebagai berikut ini:

Menempati Posisi ke-2 Di Dunia Inilah 5 Daerah Penghasil Karet Terbanyak dan Terbaik Di Indonesia

1. Sumatera Selatan

Provinsi Sumatera Selatan merupakan penyumbang nilai ekspor tertinggi berupa karet mentah. Komoditas tersebut sudah menembus hingga Rp 27,2 Miliar dari penjualan di beberapa belahan dunia. Lahan karet yang berada di provinsi Sumsel luasnya sekitar 1.319.738 hektar, dan produksinya 1.053.272 ton karet. Yang mendominasi Komoditas ini adalah pasar Finlandia dan Jepang.

Pada tahun 2018 karet bersama dengan kopi dan kelapa bulat menjadi 3 komoditas ekspor yang mampu menembus nilai ekspor hingga 3 Triliun. Dengan begitu tentu karet menjadi harapan untuk bisa menekan defisit neraca perdagangan. 

2. Sumatera Utara

Menempati posisi ke-2 yaitu Sumatera Utara yang memproduksi karet sebanyak 547.300,83 ton dan luas lahannya sekitar 585.749,21 hektar. Menurut data dinas perkebunan Provinsi Sumatera Utara, produksi karet tertinggi berasal dari perkebunan rakyat yaitu sebanyak 311.076,66 ton dengan luasnya 393.189,02 hektar.

Tidak hanya itu saja, Sebanyak 36.961,93 ton dengan lahannya 34.916,89 hektar di produksi oleh PT. Perkebunan Nusantara (PTPN). Selain itu karet sebanyak 124.135,34 ton dengan lahan seluas 103.499,93 hektar dihasilkan oleh Perkebunan Besar Swasta Nasional (PBSN). 

Editor terkait:

3. Riau

Riau termasuk salah satu penghasil karet terbesar di Indonesia. Selain migas karet merupakan komoditi unggulan Provinsi Riau. Produksi karet di Riau sebanyak 500.000 ton setiap tahunnya. Sedangkan jumlah lahannya sebesar 516.994 hektar. Hal tersebutlah yang membuat Provinsi Riau menjadi salah satu daerah penghasil karet di Indonesia.

Perkebunan karet tersebut menyebar di berbagai wilayah di Provinsi Riau. Wilayah tersebut adalah Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Kota Dumai, dan masih banyak lainnya.

4. Jambi

Provinsi Jambi membuat Indonesia menunjukkan eksistensi ekspornya. Sebab ia telah berkontribusi dalam peningkatan produksi karet nasional untuk tujuan ekspor. Selain itu Provinsi Jambi juga menjadi salah satu kawasan untuk pengembangan karet nasional.

Menurut keputusan Menteri pertanian No. 472 th 2018 mengenai Lokasi Kawasan Pertanian Nasional ada beberapa kabupaten yang menjadi pusat pengembangan karet nasional. Kabupaten tersebut adalah Batanghari, Muaro Jambi, Tebo, Merangin, dan Sarolangun. Ia juga telah memproduksi karet sebanyak 315,7 ribu ton dengan luas sebesar 378,7 ribu hektar di tahun 2018. Selain itu, PT Remco Jambi (salah satu binaan Dirjen Perkebunan) melakukan ekspor komoditas karet SIR-20 ke 7 negara (Jepang, India, kanada, Jerman, Amerika Serikat, Polandia, dan China) sebesar 2.365,7 ton atau USD 3,43 juta.

5. Kalimantan Barat

Provinsi Kalimantan Barat merupakan daerah penghasil karet di Indonesia yang ke-5. menurut data BPS yang dipublikasi oleh provinsi Kalbar, luas karet pada perkebunan besar meningkat 16,43% di tahun 2018 apabila dibandingkan dengan tahun 2017, yaitu awalnya 5.013 hektar menjadi 5.837 hektar. Sedangkan untuk perkebunan rakyat luas tanamannya meningkat 0.1% awalnya 598.651 hektar menjadi 599.232 hektar.

Meskipun demikian, perkebunan karet di Kalbar banyak didominasi oleh perkebunan rakyat. Hal tersebut dapat terjadi karena perkebunan besar lebih fokus ke perkebunan kelapa sawit. Terbukti perkebunan besar kelapa sawit 2 kali lebih banyak daripada perkebunan rakyat.

Baca juga konten terkait dengan Kekayaan Alam atau konten menarik di lima kilo